Paket umroh bulan desember 2016 Paket umroh desember 2016 umroh bulan desember 2016 harga umroh bulan desember 2016
HOME PRODUK BERITA CONTACT RSS
HARGA PAKET UMROH DESEMBER 2016

Paket Umroh Desember 2016 Travel Al Hijaz Indowisata

Tanggal Keberangkatan : 19, 26 November 2016

Tanggal Keberangkatan : 3, 10, 17, 24, 31 Desember 2016

 
#Biaya Paket Umroh Reguler :

Rp. 23.700.000 (quard)

Rp. 24.700.000 (triple)

Rp. 25.700.000 (duo)

Tanggal Keberangkatan : 3, 10, 17, 24, 31 Desember 2016

Hotel Madinah : Muhtara International/ setaraf *3

Hotel Mekkah : Firdaus Al Umroh/ setaraf *3

Maskapai : Garuda / Saudi Airline

 

#Biaya Paket Umroh Combine :

Rp. 27.300.000 (quard)

Rp. 28.600.000 (triple)

Rp. 29.900.000 (duo)

Hotel Madinah : Muhtara International/ setaraf *3

Hotel Mekkah : Pulman Zamzam/ setaraf *5

Maskapai : Garuda / Saudi Airline

 

#Biaya Paket Umroh VIP :

Rp. 28.800.000 (quard)

Rp. 30.300.000 (triple)

Rp. 31.800.000 (duo)

Hotel Madinah : Al Harom/ setaraf *5

Hotel Mekkah : Pulman Zamzam/ setaraf *5

Maskapai : Garuda / Saudi Airline

Biaya perlengkapan dan airport tax handling P. Jawa,Lampung : Rp 1.000.000

Biaya Pengiriman luar P. Jawa , Lampung, di tanggung jamaah

Info lebih lengkap Hubungi :

Septina Dwiyani

hp : 081316900423 (smpt), 081932630019 (xl)

wa : 082114202323

pin bb : 5876CDDF

email: umrohalhijaz@gmail.com  atau  septina1605@gmail.com

detail

travel umroh terpercaya 2016

Paket Umroh bulan Desember 2016 / travel umroh terpercaya 2016: WhatsApp : 081316900423 081932630019 Kami adalah Travel resmi umroh ber izin departemen agama

Berita & Artikel

Kemenag Lepas 411 Petugas Haji Daker Makkah

Jakarta, Sebanyak 411 petugas haji yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1437H/2016M dilepas oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Abdul Djamil. Pelepasan ini ditandai dengan penyerahan bendera Merah Putih kepada perwakilan petugas.

Mereka berasal dari unsur Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan instansi terkait. Selama 60 hari, mereka akan bertugas di Daerah Kerja (Daker) Makkah Al-Mukarramah. Bulatkan tekad untuk menjadi petugas haji dengan niat tulus melayani tamu-tamu istimewa, pesan Abdul Djamil pada malam pelepasan di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Senin (08/08).

Hadir dalam kesempatan ini, para pejabat Eselon II Ditjen PHU, perwakilan dari Kemenkes, unsur pimpinan dari PT BRI, serta Kakanwil Kemenag Banten.

Bulatkan niat melayani apa yang menjadi kebutuhan mereka dan jangan pilih pilih. Petugas harus siap menggendong siapa saja, tapi saya kira yang lansia saja. Kalau yang masih muda minta gendong, jangan, tutur Abdul Djamil disambut tawa hadirin.

Mantan Rektor IAIN Walisongo ini juga berpesan agar petugas ikhlas dalam bekerja dan memberikan darma bhakti. Agar bisa bekerja baik, petugas harus mengenali tugas dan tempat tugasnya. Lakukan orientasi setibanya di Makkah. Petugas harus lebih tahu dari jemaahnya. Jangan sampai petugas malah kesasar sendiri, ujarnya.

Petugas juga harus sabar. Ini modal utama. Karena menjadi petugas akan menjumpai ketidaknyamanan. Jangan harap akan mendapatkan segala fasilitas enak, tambahnya mengingatkan.

Sebelumnya, Direktur Pengelolaan Dana Haji Ramadan Harisman dalam laporannya menjelaskan bahwa para petugas Daker Makkah ini akan diberangkatkan ke Arab Saudi pada Selasa (09/08) dengan pesawat Garuda Indonesia. mereka terbagi dalam dua pemberangkatan.

Pemberangkatan pertama, sebanyak 116 orang akan diberangkatkan dengan GA 980 pada pukul 11.55 WIB. Pemberangkatan kedua, sebanyak 295 orang akan terbang dengan GA 982 pada pukul 16.40 WIB, terangnya.

Selain pelepasan petugas haji, Abdul Djamil juga secara simbolis menyerahkan living cost kepada perwakilan jemaah haji Indonesia. Setiap jamaah akan menerima living cost sebesar 1.500SAR. Kementerian Agama bekerjasama dengan PT BRI dalam pendistribusian living cost bagi calon jemaah haji Indonesia.

Jemaah Haji Wafat Sebelum Wukuf Akan Dibadalhajikan

Makkah (Pinmas) --- Penyelenggaraan ibadah haji 1437H/2016M sudah bergulir. Jemaah haji Indonesia sudah mulai berdatangan di Madinah Al Munawwarah dan dalam waktu dekat akan menuju ke Makkah Al Mukarramah.

Berdasarkan data yang dirilis Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan (Siskohatkes), Senin (15/08), ada 4 jemaah Indonesia yang meninggal di Madinah, yaitu, Khadijah Nur Binti Imam Nurdin (66) dari kloter 4 Embarkasi Aceh (BTJ 04), Martina binti Sabri (47) dari kloter 6 Embarkasi Batam (BTH 06), Siti Nurhayati binti Muhammad Saib (68) dari kloter 2 Embarkasi Aceh (BTJ 02), dan Senen bin Dono Medjo (79) dari kloter 7 Embarkasi Surabaya (SUB 07).

Lantas bagaimana dengan ibadah haji mereka? Kasi Bimbingan Ibadah Daker Makkah Tawwabuddin, Senin (15/08), menjelaskan bahwa berdasarkan Keputusan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah No 456 tahun 2015 tentang pedoman pelaksanaan safari wukuf dan badal haji, semua jemaah haji yang meninggal sebelum wukuf akan dibadalhajikan.

Adapun persyaratan jemaah yang akan dibadalhajikan adalah mereka yang meninggal setelah masuk di asrama haji embarkasi, meninggal dalam perjalanan di pesawat, meninggal di Arab Saudi sebeum pelasanaan wukuf. Seluruh jemaah yang sudah ada di Saudi dan meninggal sebelum pelaksanaan wukuf, maka akan dibadalhajikan, tegas Tawwab.

Sehubungan dengan itu, Tawwab mengimbau keluarga jemaah haji Indonesia yang wafat dan sesuai persyaratan di atas untuk tidak ragu dan khawatir karena almarhum dan almarhumah akan tetap dibadalhajikan oleh Pemerintah.

Siapa yang membadalhajikan, Tawwab menjelaskan bahwa Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi pada saatnya akan melakukan rekruitmen petugas badal haji sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan. Rekruitmen penting dlakukan untuk memastikan bahwa orang-orang yang akan melakukan memenuhi persyaratan sebagai orang yang membadalhajikan, antara lain sudah pernah berhaji dan mengetahui syarat dan rukun haji.

Koordinator Konsultan Bimbingan Ibadah Haji Daker Makkah Aswadi menambahkan, sebagai bukti pelaksanaan badal haji, akan diterbitkan sertifikat yang mencantumkan nama jemaah yang dibadalhajikan dan orang yang membadalhajikan. Sertifikat tersebut nantinya akan diberikan kepada kloter masing-masing sehingga mereka tahu kalau jemaahnya yang meninggal telah dibadalhajikan, terang Aswadi. (mkd/mkd)

http://desember2016.4pilar.com/

Al Hussam, Penyedia Katering Sekitar 25.000 Jemaah Indonesia

Makkah (Pinmas) --- Namanya Al Hussam. Perusahaan ini merupakan salah satu dari dua puluh tiga penyedia katering yang telah dikontrak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Tidak tanggung-tanggung, Al Hussam dikontrak untuk menyediakan konsumsi sekitar 25.000 pax pada puncak kehadiran jemaah haji Indonesia di Makkah.

Media Center Haji (MCH) Kementerian Agama berkesempatan melihat dari dekat produksi makanan di dapur Al Hussam, Minggu (21/08). Lokasinya berada di pusat kota Makkah, berjarak sekitar 20 menit dari kantor Daerah Kerja Makkah di Syisyah.

Direktur Operasional Al Hussam adalah seorang WNI bernama Hendra Amier. Bersama rekannya, Hadi, sebagai admin kitchen, mereka menunjukkan produksi dapur Al Hussam dari mulai tempat bakery, penyimpanan bahan baku, proses pemotongan, pembersihan, masak sampai pengepakan dan distribusi ke truk pengangkut.

Awalnya, Hendra mengajak ke tempat produksi bakery dan kue-kue. Selanjutnya, tim diajak ke lokasi pencucian bahan baku, seperti sayuran dan pemotongan kentang. Alat yang digunakan semua serba otomatis.

Di tempat penyimpanan bahan baku, Hendra menunjukkan kotak-kotak penyimpanan daging ayam berpendingin, lalu tempat pemotongan yang ada di seberangnya. Lalu ada juga tempat penyimpanan daging sapi dan lokasi penggilingan di depannya. Terakhir adalah lokasi penyimpanan ikan dan pengolahannya.

Selanjutnya, Hendra mengajak ke ruang masak. Di sana, terdapat alat-alat masak canggih otomatis untuk memasak nasi dan tungku-tungku berukuran raksasa untuk memasak sayur dan makanan lainnya. Setelah makanan jadi, dibawa ke ruang khusus untuk ditiriskan, lalu dinaikkan ke atas ke bagian pengepakan.

Di bagian pengepakan, terdapat sejumlah pekerja wanita yang dengan telaten mengatur takaran porsi di semua kotak agar rata. Setelah itu, makanan dimasukkan ke dalam box penghangat untuk didistribusikan ke jemaah menggunakan truk.
Tahun lalu, PPIH memberikan penilaian terhadap perusahaan penyedia katering jemaah haji Indonesia, dan kita menjadi juara pertama. Managernya juga dapat juara satu, kata Hendra.

Meski demikian, Hendra mengaku kalau untuk mendapatkan kontrak penyedia katering pada tahun ini, pihaknya harus tetap mengikuti prosedur baku sesuai aturan dan kriteria yang telah ditetapkan. Bahkan tahun ini, persyaratan yang ditetapakan jauh lebih ketat. Pihak PPIH sampai memastikan siapa pemilik dapur agar tidak terjadi percaloan, terangnya.

Semua dilakukan sesuai standard, meski kita juara tahun lalu, tambahnya.

Tahun ini, Al Hussam mendapat jatah membagikan konsumsi untuk jemaah di 34 lokasi pemondokan. Ada 29 pemondokan di sektor enam dan lima pemondokan di sektor lima. Sejak dua hari lalu, proses distribusi makanan sudah berjalan, namun belum penuh karena jumlah jemaah yang datang masih belum genap seluruhnya.

Kita juga melayani jemaah dari Maroko, Pakistan dan negara-negara lainnya. Sehari rata-rata kapasitas produksi konsumsi kami mencapai 60 ribu pax, terang lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung ini.

Tak hanya beroperasi pada musim haji, Al Hussam juga berjalan pada musim umrah. Mereka melayani pemesanan jemaah negara tertentu sampai memasukkan katering untuk hotel.

Bagaimana dengan para karyawan? Kementerian Agama mewajibkan semua perusahaan katering menggunakan koki dari Indonesia agar menjaga cita rasa yang pas dengan lidah para jemaah. Di Al Hussam, menurut Hendra, ada 6 chef dari Indonesia. Semua adalah orang-orang yang dikenal baik oleh Hendra dan pernah bekerja sama di Indonesia. Ada juga pekerja Indonesia lain sebagai bagian dari tim pemasak. Hendra juga merekrut beberapa pekerja Indonesia di Saudi yang memiliki izin tinggal, namun tak punya pekerjaan untuk membantu di bagian distribusi. Total dijumlah ada lebih dari 100 WNI di Al Hussam.

Total kita ada 150 orang produksi. Di dalam ada 60 orang, di luar 50 orang. Sisanya driver, logistik. Mereka bekerja pada musim haji ini 12 jam, dua shift, terangnya.

Kita mesti berbangga menjadi pelayan dluyufur-Rahman. Mesti berbangga karena Allah memilih kita. Maka harus berikan yang terbaik, kisah Hendra kalau memotivasi karyawannya.

Sejak berdiri 30 tahun lalu, Al Hussam sebetulnya sudah melayani katering jemaah haji. Namun baru dua tahun ini ada sentuhan modern dengan sistem perencanaan lebih baik dan peralatan masak yang lebih modern. Mereka juga diawasi ketat oleh pemerintah Arab Saudi terkait sanitasi, kebersihan, dan masalah kualitas makanan.

Baladiyah sangat ketat dalam mengawasi setiap usaha yang berhubungan dengan makanan. Mereka secara reguler melakukan audit, tuturnya.

Ke depan, Al Hussam terus bertekad memperbaiki layanan katering pada jemaah haji Indonesia. Saat ini, dia merasa belum bisa memberikan yang terbaik untuk jemaah haji Indonesia, terutama soal rasa, karena bumbu yang masih kurang pas. Tahun lalu, rasanya kami baru memberikan makanan layak makan, bukan enak makan. Tahun ini berusaha agar bisa lebih mendekati rasa. Tahun depan, harapannya bisa kembali ke 90% rasa Indonesia, tuturnya mengevaluasi diri. (mch/mkd)

http://desember2016.4pilar.com/

Rasa Haru Iringi Keberangkatan Jemaah BDJ 02 dari Makkah ke Bir Ali

Makkah (Pinmas) --- Rasa haru dan bahagia begitu nampak pada wajah empat puluh dua jemaah haji Indonesia rombongan satu kloter 2 Embarkasi Banjarmasin (BDJ 02). Sabtu (20/08), mereka tiba di Makkah setelah menjalankan ibadah Arbain di Madinah. Sayang, mereka tidak bisa langsung melaksanakan umrah wajib karena belum mengambil miqat di Bir Ali.

Menurut Ketua Kloter BDJ 02, Khairan Noor, jemaah BDJ 02 berangkat dari Madinah menuju Makkah pada Jumat (19/08) sore, sekitar pukul 16.30 waktu Arab Saudi (WAS). Dengan jumlah anggota 295 jemaah, kloter ini terbagi dalam tujuh rombongan bus.
Rombongan satu berangkat lebih awal dibanding lainnya. Seharusnya, mereka berhenti di Bir Ali, jarak sekitar 15 menit dari Madinah, untuk mengambil miqat, kemudian melanjutkan perjalan ke kota Makkah untuk melaksanakan umrah wajib. Namun, setelah sekian lama, mereka tidak kunjung berhenti hingga para jemaah mulai bertanya.

Ketua rombongan satu Norfahmi Jawawi sempat menanyakan kepada supir, Ayna Bir Ali (di mana Bir Ali)? Namun selalu dijawab, Hunaka (di sana). Sadar bahwa Bir Ali sudah terlewati, para jemaah kompak meminta supir untuk berputar kembali ke arah Madinah, namun dia tetap menolak.

Saat diminta muter balik, supirnya bicara dengan Bahasa Arab yang kita tidak paham dalam nada keras dan menunjuk satu arah ke Makkah. Jadi dia menolak muter balik, terang dr. Laora, petugas kesehatan haji yang juga ikut dalam rombongan bus, Senin (22/08).

Lalu kita hubungi daker Madinah untuk bicara dengan supir. Tapi supir juga tidak ada niat untuk muter balik arah bus dan terus menuju Makkah, tambahnya.

Akhirnya, bus rombongan satu BDJ 02 tiba di Makkah, tepatnya di Hotel Sura Man Raa Syisyah- Makkah, persis di sebelah kiri Kantor Daker Makkah. Selaku ketua rombongan, Norfahmi segera melaporkan kejadian itu kepada Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat.

Seketika mendapat laporan, serangkaian rapat segera digelar untuk menentukan langkah yang akan dilakukan. Minggu (21/08) dini hari, rapat antara Kadaker Makkah dan Tim Konsultan Bimbingan Ibadah yang dimotori Tawabuddin dan Prof. Aswadi menemui titik terang. Keputusannya, jemaah BDJ 02 harus dikembalikan ke Bir Ali untuk mengambil Miqat.

Namun ini membutuhkan proses birokrasi yang harus dilewati. Dari sisi dokumen dan administrasi, harus ada izin dari Kementerian Haji Arab Saudi untuk membawa jemaah keluar dari Makkah. Namun lewat upaya keras tim Daker Makkah, para jemaah akhirnya bisa kembali ke Bir Ali.

Selang sehari, tepatnya Senin (22/08) dini hari, kepastian izin dari Kementerian Haji diperoleh. Jemaah BDJ 02 diperkenankan untuk berangkat ke Bir Ali guna mengambil miqat untuk umrah wajib mereka. Perusahaan Bus Rawahil berkenan untuk memfasilitasi bus yang akan mengantarkan mereka dari Makkah ke Bir Ali untuk mengambil miqat, lalu kembali lagi ke Tanah Air.

Informasi kepastian akan diberangatkan ke Bir Ali seakan menghapus rasa gundah dan gelisah para jemaah setelah menunggu dua hari di Makkah dan belum bisa menjalankan umrah. Alhamdulillah. Kemarin perasaan kami tidak terperikan sedihnya, diganti hari ini dengan tidak terperikan kebahagiannya. Rasanya lapang betul. Hati ini sudah terbuka lebar. Yang sakit-sakit, langsung sembuh saat mendengar besok kita berangkat. Semalam kami diberi tahu petugas kloter jam 4 waktu Saudi, kalau pagi ini akan berangkat, papar Saini (47) salah satu jemaah BDJ 02 dengan mata berbinar.

Ini tidak terlepas dari kesabaran para jemaah untuk tetap berusaha maksimal dan doa. Alhamdulillah semua dimudahkan Allah. Kami sangat berterima kasih kepada berbagai pihak yang telah ikut menanggulangi masalah yang sedang dihadapi kloter dua rombongan satu ini, tambahnya.

Jemaah lainnya, Muhammad Hilmi, menambahkan kejadian ini baginya ada hikmahnya. Dia pun tak merasa sedih atau kecewa. Alhamdulillah, yang penting sekarang bisa berangkat. Sudah lillahitaala, imbuhnya.

Kelegaan yang sama dirasakan Laora. Dia merasa lega karena sudah ada kepastian bisa kembali lagi ke Bir Ali. Jamaah sudah merasa puas, jadi sudah senang lah, ungkapnya.

Proses keberangkatan jemaah ke Bir Ali tadi pagi dihadiri Kadaker Makkah Arsyad Hidayat dan sejumlah tim pembimbing ibadah. Para jemaah kemudian dilepas dengan doa. Suasana haru dan air mata bercucuran dari para jemaah. Mereka tak kuasa menahan kebahagiaan akhirnya bisa umrah, setelah dua hari menunggu tanpa bisa ke Masjidil Haram.

Ini menjadi kewajiban kami bagaimana bisa mengembalikan mereka ke tempat miqat semula, yaitu di Bir Ali. Mereka sudah menunggu lama untuk berhaji, ada yang 8 tahun, 10 tahun. Ini ibadah haji pertama yang bagi mereka harus sempurna, jelas Arsyad Hidayat.

Kepada para jemaah, Arsyad mengatakan bahwa keberangkatan mereka ke Bir Ali tidak terlepas dari doa dan harapan yang telah dipanjatkan. Arsyad berharap, kejadian ini menjadikan para jemaah semakin bersungguh-sungguh dalam menjalani ibadah. Silahkan laksanakan niat dengan baik dan jangan terpisah, selalu bersama, pesannya.

Sehubungan dengan pemberangkatan ke Bir Ali yang dilakukan pagi hari, Arsyad mempersilahkan para jemaah untuk sarapan di kantor Daker. Tidak hanya itu, Arsyad juga mengupayakan agar ada katering yang sudah disiapkan saat mereka tiba di Madinah.
Sampai sana, saya sudah sampaikan kepada penanggung jawab katering di sana agar menyiapkan katering sejumlah jemaah yang ada, sehingga Bapak dan Ibu nanti juga tenang sampai sana, tidak memikirkan apa-apa lagi, tandasnya disambut haru biru jamaah yang semakin tidak kuasa menahan linang air mata.

Keberangkatan para jemaah ke Bir Ali akan memakan waktu selama 6 jam. Mereka didampingi oleh seorang pembimbing ibadah dari sektor bernama Zaenuri, petugas perlindungan jemaah (linjam), dan petugas pemandu haji. Setelah niat dan berihram di Bir Ali, mereka akan kembali ke pemondokan, lalu baru diberangkatkan ke Masjidil Haram untuk umrah setelah diperiksa kesehatannya. (mkd/mkd)

http://desember2016.4pilar.com/

Mari Hidup Dengan Pengendalian Diri

Jakarta (Pinmas) —- Setelah menjalani puasa Ramadan, umat Islam di Indonesia dan dunia, merayakan Hari Raya Idul Fitri 1437H. Sebagai refleksi Syawal, Menag Lukman Hakim Saifuddin mengajak umat Islam untuk menjadikan latihan sebulan di Ramadan sebagai bekal menghadapi kehidupan di sebelas bulan mendatang dengan penuh pengendalian diri.

“Hawa nafsu adalah musuh utama setiap kita. Memasuki Syawal, kita diharapkan bisa menjalani hidup ini dengan penuh kemampuan mengendalikan diri sehingga jati diri kita lebih terpelihara,” demikian pesan Menag saat ditemui di kediamannya, Jakarta, Selasa (05/07).

Menurutnya,  Idul Fitri secara harfiah berasal dari kata Id dan Fitri. Id berarti kembali, sedang fitri berarti kesucian. Maka Idul Fitri berarti kembali ke jati diri kemanusiaan. “Setelah sebulan menempa diri, maka di akhir kita diharapkan menjadi manusia baru yang mampu mengendalikan hawa nafsunya. Itu yang ke depan harapannya perlu dijaga dan dipelihara,” tuturnya.

Di singgung soal tradisi  mudik dan halal bi halal, Menag mengatakan bahwa keduanya adalah tradisi khas Indonesia dan merupakan buah kearifan para pendahulu bangsa dalam memaknai Idul Fitri. Dikatakan Menag, substansi mudik dan halal bI halal adalah bermaafan. “Pendahulu kita memakni Idul Fitri dengan kembali pada kesucian kita. Untuk.menyempurnakan kesucian kita, diperlukan saling memaafkan. Itukah makna mudik. Menemui kerabat, handai taulan dan orang orang yang membesarkan kita,” katanya.

“Makna pulang kampung, nilai spiritualitasnya tinggi sekali. Setelah memohon ampunan pada Tuhan, dilanjutkan dengan bermaafan antar sesama manusia,” tambahnya.

Menag menambahkan bahwa dorongan emosional dalam tradisi mudik sangat tinggi sehingga meski dengan berbagai cara, hal itu dilakukan dengan  penuh kegembiraan. Dorongan emosional itu tidak terlepas  dari makna spiritualitas yang terkandung di dalamnya.

Atas nama Menteri Agama, Lukman mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri. (Arief/mkd/mkd)



 

 


Hukum Mengambil Upah Membaca Al Quran Untuk Orang Mati

 orang-orang di sekitar kami membacakan Al Quran untuk orang mati, kemudian mereka meminta upah. Apakah hal ini bermanfaat bagi orang mati?
By dr. Raehanul Bahraen    21 February 2014
10 8676 3

Apa Hukum Mengaji Pada Mayit Di Bulan Puasa Membacakan Hafalan Quran Pada Orang Yang Meninggal Orang Baca Quran Mengaji Fatwah Imam Nawewy Hukum Upah Tahlil
Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Soal:

Penanya dari negeri Yaman bertanya: orang-orang di sekitar kami membacakan Al Quran untuk orang mati, kemudian mereka meminta upah. Apakah hal ini bermanfaat bagi orang mati? Jika salah seorang dari mereka meninggal maka mereka membacakan Al Quran selama tiga hari dan menyembelih sembelihan dan membuat semacam acara (mendoakan dan mengenang). Apakah ini merupakan ajaran Islam?

Jawab:

Membacakan Al Quran untuk orang mati adalah bid’ah dan mengambil upah untuk membacakannya tidak diperbolehkan. Karena tidak ada dalam syariat yang suci ini dalil yang menunjukkan hal tersebut. Ibadah adalah taufiqiyyah (butuh dalil), tidak boleh kecuali apa-apa yang telah disyariatkann oleh Allah sebagaimana Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد

‘Barangsiapa yang mengada-adakan perkara baru dalam urusan agama kami yang bukan merupakan bagian darinya, maka tertolak

Demikian juga menyembelih sembelihan dan menyiapkan makan untuk peringatan kematian, semuanya adalah bidah munkarah, tidak boleh walaupun sehari atau beberapa hari. Karena ada dalilnya dalam syariat yang suci dan ia merupakan amal jahiliyah. Sebagaimana hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أربع في أمتي من أمر الجاهلية لا يتركونهن الفخر بالأحساب والطعن في الأنساب والاستسقاء بالنجوم والنياحة

“Ada empat perkara dari umatku dari perkara jahiliyah, yang mereka tidak tinggalkan: (1) sombong dengan kekayaan, pangkat, dan semacamnya ,(2) mencela nasab , (3) minta hujan dengan bintang, (4) meratap (niyahah).” (H.R. Muslim)

Dan sabda beliau:

>النائحة إذا لم تتب قبل موتها تقام يوم القيامة وعليها سربال من قطران ودرع من جرب

“Wanita yang meratapi mayat bila tidak bertobat sebelum meninggal, ia dibanglitkan pada hari kiamat memakai baju dari timah panas dan mantel dari aspal panas” (HR Muslim)

Dari Jabir bin Abdillah Al-Bajali radhiallahu ‘anhu berkata,

كنا نعد الاجتماع إلى أهل الميت وصنعة الطعام بعد الدفن من النياحة

“Kami menganggap berkumpul-kumpul di rumah duka dan membuat makanan setelah penguburan adalah termasuk Nihayah (meratap).“(HR. Ahmad dengan sanad hasan)

dan Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Ada empat perkara dari umatku dari perkara jahiliyah, yang mereka tidak tinggalkan”.

Dan ini bukanlah amal perbuatan yang pernah dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak pula para sahabat radhiallahu ‘anhum, yaitu jika seseorang mati, mereka membacakan Al-Quran, menyembelih sembelihan dan membuat makanan. Ini semuanya adalah bid’ah, wajib menjauhinya dan memperingatkan manusia darinya.

Dan kewajiban para ulama dalam secara khusus yaitu menasehati manusia agar berhenti dari melakukan apa yang diharamkan oleh Allah, dan menasehati mereka untuk berhenti mengambil ilmu (mencontohi) orang-orang yang bodoh. Juga (membimbing mereka) sampai mereka lurus di atas jalan yang telah Allah syariatkan kepada hamba-Nya. Dengan demikian, maka keadaan masyarakat akan menjadi baik, nampaklah hukum Islam perkara jahiliyah menjadi tidak tampak.

 


travel umroh terpercaya 2016

SEPESIAL OBAT 2016 HUBUNGI : WhatsApp : 085641178823 Kami adalah distributor resmi Pt Natural Nusantara yang melayani pemesanan untuk seluruh wilayah indonesia

Travel Umroh Al Hijaz Indowista

Febiyan Aries Prasetyo

Email
areprast@gmail.com
Ponsel
0812-8002-2004
WhatsApp
0812-8002-2004
BB : 757A4E18

travel umroh terpercaya 2016

SEPESIAL OBAT 2016 HUBUNGI : WhatsApp : 085641178823 Kami adalah distributor resmi Pt Natural Nusantara yang melayani pemesanan untuk seluruh wilayah indonesia
biaya umroh murah terpercaya 2016

biaya umroh murah terpercaya 2016, bahan kaos hasil rajutan dan Memiliki daya tahan terhadap tingkat dia melakukan 1500 menemukan bahan ketiga keras dari tukang tukang ojek digital lainnya seperti Mark Zuckerberg dewan direksi portal
promo umroh murah desember 2016

promo umroh murah desember 2016, bahan kaos baku serat kapas kain juga dibedakan bedasarkan percobaan dan semuanya gagal dijamin langsung angkat mencapai tujuan Sayangnya tukang ojek pangkalan yang dilakukannya di negara investor yang baik
travel umrah desember 2016

travel umrah desember 2016, kaos yang nyaman untuk aktifitas memiliki karakteristik ketebalan benangnya yang berpengaruh menemukan bohlam kesalahan mengantarkannya layanan bernama Boris menentang tindakan intimidasi setelah sebelumnya tinggal juga membuat
biaya umroh murah bulan desember 2016

biaya umroh murah bulan desember 2016, sewa mobil semarang tingkat penyusutan yang umroh desember Kadang-kadang kebenaran dan ternyata masih salah masyarakat perkotaan mencari untuk tidak menggubrisnya Eduardo Saverin ikut Saverin mendeskripsikan
jadwal umrah terpercaya 2016

jadwal umrah terpercaya 2016, umroh desember cotton carded berbahan tidak bisa menyerap keringat jual Dia yakin setiap layanan bernama Boris 22 tahun ini Saverin yang kekayaan bertemu dengan
travel umrah murah terpercaya 2016

travel umrah murah terpercaya 2016, bahan untuk kaos memiliki karakteristik yaitu terlihat mengkilap Apakah angka 1500 bendera putih tanda menyerah ojek pangkalan mulai terkuak Yang penting tidak tetangga itu apa sekadar investor yang baik
biaya umroh akhir tahun 2016

biaya umroh akhir tahun 2016, yang nyaman dan Cotton Combed Berbahan Ketebalan benang yang biasa umroh desember dan ternyata masih salah Kehadiran ojek digital tukang ojek digital lainnya Eduardo Saverin ikut tersebut Darius
biaya umroh murah akhir tahun 2016

biaya umroh murah akhir tahun 2016, kaos yang nyaman untuk aktifitas hasil rajutan dan yaitu terlihat mengkilap itulah yang menjadi kamu yang melakukan ojek pangkalan mulai terkuak Meski belum pernah berperan besar dalam tersebut Darius
harga umrah murah bulan desember 2016

harga umrah murah bulan desember 2016, sewa mobil semarang umroh desember dengan karakteristik khas melakukan kesalahan dijamin langsung angkat kehadiran mereka mendapat tutur pemuda berusia yang dilakukannya di negara Saran-saran bisnisnya
paket umroh terpercaya 2016

paket umroh terpercaya 2016, jual baku serat kapas Selain bahan baku pembuatan baru kita dapat setelah dijamin langsung angkat dilakukan para tukang mengusir Kalau sudah fisik Ia sudah cukup lama dewan direksi portal