Paket umroh bulan desember 2016 Paket umroh desember 2016 umroh bulan desember 2016 harga umroh bulan desember 2016
HOME PRODUK BERITA CONTACT RSS
HARGA PAKET UMROH DESEMBER 2016

Paket Umroh Desember 2016 Travel Al Hijaz Indowisata

Tanggal Keberangkatan : 19, 26 November 2016

Tanggal Keberangkatan : 3, 10, 17, 24, 31 Desember 2016

 
#Biaya Paket Umroh Reguler :

Rp. 23.700.000 (quard)

Rp. 24.700.000 (triple)

Rp. 25.700.000 (duo)

Tanggal Keberangkatan : 3, 10, 17, 24, 31 Desember 2016

Hotel Madinah : Muhtara International/ setaraf *3

Hotel Mekkah : Firdaus Al Umroh/ setaraf *3

Maskapai : Garuda / Saudi Airline

 

#Biaya Paket Umroh Combine :

Rp. 27.300.000 (quard)

Rp. 28.600.000 (triple)

Rp. 29.900.000 (duo)

Hotel Madinah : Muhtara International/ setaraf *3

Hotel Mekkah : Pulman Zamzam/ setaraf *5

Maskapai : Garuda / Saudi Airline

 

#Biaya Paket Umroh VIP :

Rp. 28.800.000 (quard)

Rp. 30.300.000 (triple)

Rp. 31.800.000 (duo)

Hotel Madinah : Al Harom/ setaraf *5

Hotel Mekkah : Pulman Zamzam/ setaraf *5

Maskapai : Garuda / Saudi Airline

Biaya perlengkapan dan airport tax handling P. Jawa,Lampung : Rp 1.000.000

Biaya Pengiriman luar P. Jawa , Lampung, di tanggung jamaah

Info lebih lengkap Hubungi :

Septina Dwiyani

hp : 081316900423 (smpt), 081932630019 (xl)

wa : 082114202323

pin bb : 5876CDDF

email: umrohalhijaz@gmail.com  atau  septina1605@gmail.com

detail

paket umroh murah desember 2016

Paket Umroh bulan Desember 2016 / paket umroh murah desember 2016: WhatsApp : 081316900423 081932630019 Kami adalah Travel resmi umroh ber izin departemen agama

Berita & Artikel

Bus Salawat Siap Antar Jemaah Umrah dan Shalat

Makkah (Pinmas) --- Kegiatan pertama calon jamaah haji saat mereka tiba di Kota Kelahiran Nabi adalah melaksanakan umrah wajib yang menjadi bagian dari rangkaian ibadah haji. Kepala Bidang Transportasi Subhan Cholid mengatakan bahwa bus salawat sudah siap mengantarkan jemaah haji dari pemondokan ke Masjidil Haram untuk melaksanakan umrah.

Sampai di sini, akan kita layani dengan bus salawat untuk yang pertama kali umrah (umrah wajib). Nanti kita akan siapkan bus salawatnya untuk mengantar mereka ke Masjidil Haram, jelas Subhan usai melakukan simulasi operasional bus Salawat di Terminal Syib Amir, Makkah, Minggu (14/08).

Kepada jemaah haji Indonesia yang akan datang dari madinah mulai Kamis (18/08), Subhan berpesan agar setibanya di hotel Makkah, tidak terburu-buru untuk langsung berangkat ke Masjidil Haram guna melaksanakan umrah. Apalagi jika kedatangannya bersamaan dengan jam waktu salat.

Kita sarankan mereka (ke Haram) setelah tenang, barangnya sudah kompiit di kamarnya masing-masing, dan secara fisik sudah fresh. Kita juga sarankan agar umrah tidak dilakukan menjelang masuknya waktu salat agar tidak berbenturan dengan orang yang mau berjamaah, terang Subhan.

Misal jika datangnya Magrib, maka nunggu dulu sampai jam 11 atau 12. Selain busnya sudah sepi, di haramnya juga sudah lumayan, meski tidak mungkin sepi banget, tambahnya.

Bus salawat adalah layanan bus yang disiapkan untuk mengantarkan jemaah haji untuk melaksanakan salat di Masjidil Haram. Jamak dari kata salat adalah salawat sehingga bus yang akan mengantarkan jemaah selama 24 jam itu disebut juga dengan bus salawat.

Ada 10 rute perjalanan bus salawat yang akan melayani jemaah haji Indonesia, yaitu: pertama, Aziziyah Janubiyah Mahbas Jin. Rute ini akan melayani 10.296 jemaah haji Indonesia yang tinggal di pemondokan nomor 307 sampai 315. Untuk mempermudah, para jemaah akan mendapatkan stiker berwarna biru langit sesuai dengan warna stiker yang ditempel di bus salawat. Jumlah bus yang beroperasi pada fase puncak adalah 24 unit.

Kedua, Aziziah Syimalia 1 Mahbas Jin. Jalur ini akan melayani 14.706 jemaah yang tinggal di pemondokan nomor 401 406 serta 409 dan 410. Warna stiker: kuning. Ada 37 bus pada fase puncak.

Ketiga, Aziziah Syimalia 2 Mahbas Jin. Rute ini akan melayani jemaah yang tinggal di pemondokan nomor 407 dan 408. Warna stiker: merah. Ada 5 bus pada fase puncak.

Keempat, Mahbas Jin Bab Ali. Jalur ini akan melayani 42.773 jemaah haji yang tinggal di pemondokan nomor 101 109, 201 207, 301 306, serta 503 dan 504. Warna stiker: putih. Jumlah bus yang berperasi pada fase puncak adalah 58 unit.

Kelima, Syisyah Raudhah Syib Amir. Melayani 10.288 jemaah yang tinggal di pemondokan nomor 501, 502, serta 713 716. Warna stiker: ungu. Ada 26 bus yang beroperasi pada fase puncak.

Keenam, Syisyah 1 Syib Amir. Melayani 11.217 jemaah haji Indonesia yang tinggal di pemondokan nomor 505 510, serta 601 605. Warna stiker: hijau. Ada 28 bus yang beroperasi pada fase puncak.

Ketujuh, Syisyah 2 Syib Amir. Melayani 15.768 jemaah yang tinggal di pemondokan 606 629. Warna stiker: abu-abu. Ada 38 bus yang beroperasi pada fase puncak.

Kedelapan, Raudhah Syib Amir. Rute ini akan melayani 12.658 jemaah haji Indonesia yang tinggal di pemondokan 701 710. Warna stiker: pink tua. Ada 28 bus yang beroperasi pada fase puncak.

Kesembilan, Biban/Jarwal Rea Bakhs/Jiad. Rute ini melayani 8.280 jemaah haji Indonesia yang tinggal di pemondokan nomor 801, 804, dan 805. Warna stiker: hitam. Ada 18 bus yang beroperasi pada fase puncak.

Kesepuluh, MisfalahNakkasah Rea Bakhas/Jiad. Akan melayani 14.512 jemaah haji Indonesia yang tinggal di pemondokan nomor 904 913. Warna stiker: coklat. Ada 38 bus yang beroperasi pada fase puncak. (mkd/mkd)

http://desember2016.4pilar.com/

Soal WNI Berhaji Lewat Filipina, Dirjen Haji: Ikutilah Jalur Semestinya

Jeddah (Pinmas) --- Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil menegaskan bahwa persoalan 177 warga negara Indonesia (WNI) yang menggunakan paspor Filipina untuk berhaji ke Tanah Suci buan ranah Kementerian Agama. Namun demikian, Abdul Djamil mengimbau masyarakat untuk mengikuti regulasi yang ada jika ingin beribadah haji.

"Kalau mau berangkat haji, ikutilah jalur yang semestinya sehingga terjamin dari aspek keberangkatannya, perlindungannya, bimbingannya, dan pelayanannya," kata Abdul Djamil di Kantor Urusan Haji, Jeddah, Sabtu (20/08/2016) saat dimintai tanggapannya terkait 177 WNI yang berurusan dengan imigrasi saat hendak berhaji melalui Filipina.

"Saya mengimbau supaya tidak menggunakan media seperti itu. Apalagi dia meminta visa di negara lain. Itukan konsekuensinya dia harus memiliki paspor dari negara yang bersangkutan," tambahnya.

Mantan Rektor IAIN Walisongo Semarang ini mengakui bahwa antrean berangkat haji saat ini cukup panjang. Bahkan di Sulawesi Selatan mencapai tiga puluh satu tahun, dan di Kalimantan Selatan mencapai dua puluh delapan tahun. Namun demikian, fenomena antrian berhaji tidak hanya terjadi di Indonesia. Bahkan di Negara tetangga antrean hajinya mencapai lima puluh tahun.

Antrian haji menurut Abdul Djamil tidak bisa dihindari karena terkait kapasitas Tanah Suci, Armina, dan Masjidil Haram yang terbatas. Kalaulah saat ini Majidil Haram diperluas, namun masalahnya adalah di Mina yang tidak diperluas karena batas-batasnya sudah ditentukan.

"Saya imbau kalau ingin berhaji silahkan daftar sedini mungkin. Sebab, hingga sekarang antara kuota dan peminat haji belum berimbang dan itu tidak hanya di negeri kita," tandasnya.

Sebanyak 177 WNI menggunakan paspor Filipina agar bisa berangkat haji. Kini mereka masih tertahan di Filipina dan akan segera dideportasi.

Dilaporkan media lokal Filipina, Manila Bulletin, Sabtu (20/8/2016), Komisioner Biro Imigrasi setempat, Jaime Morente mengatakan, mereka saat ini ditahan di pusat penahanan imigrasi di Camp Bagong Diwa, Taguig City, pinggiran Manila. Menurut sebut Morente, Paspor-paspor Filipina yang digunakan merupakan dokumen paspor asli, namun cara mendapatkannya ilegal.

Menurut informasi, para WNI membayar US$ 6 ribu - US$ 10 ribu (Rp 78 juta - Rp 131 juta) per orang untuk mendapatkan paspor Filipina. Diduga kuat, paspor Filipina itu disediakan oleh lima warga Filipina yang mendampingi mereka. Kelima warga Filipina itu diyakini sebagai sindikat pemalsu paspor dan telah ditahan oleh Biro Investigasi Nasional (NBI) untuk diselidiki lebih lanjut.

Imigrasi setempat berkoordinasi dengan Departemen Luar Negeri Filipina dan badan penegak hukum lainnya serta KBRI dalam rangka penyelidikan kasus penerbitan paspor Filipina untuk para WNI ini. (mkd/mkd)

http://desember2016.4pilar.com/

Sebanyak 90.183 Visa Haji Indonesia Sudah Selesai

Jakarta (Pinmas) --- Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ahda Barori memastikan kalau sudah lebih dari 90ribu visa jamaah haji Indonesia sudah diterbitkan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi (KBSA).

Sampai dengan 30 Juli lalu, visa yang sudah selesai mencapai 90.183, terang Ahda Barori saat ditemui di kantornya, Senin (01/08).

Menurut Ahda, sampai dengan hari ini sudah terkumpul 157.244 paspor calon jemaah haji dari seluruh provinsi di Indonesia. Sebanyak 93.866 di antaranya sudah diproses di KBSA. Artinya, yang belum selesai di KBSA hanya 3.866.

Kami di Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri terus bekerja 24 jam untuk memastikan visa selesai sebelum jadwal keberangkatan jemaah haji sehingga masalah keterlambatan visa tidak terulang lagi, terangnya.

Sebagaimana tahun lalu, kuota jemaah haji reguler berjumlah 155.200. Mereka akan diberangkatkan dalam dua gelombang. Gelombang pertama sekitar 78.000 jamaah akan diberangkatkan mulai tanggal 9 - 21 Agustus mendatang.

Ahda Barori memastikan kalau visa jemaah haji gelombang pertama sudah selesai dan sedang dalam proses distribusi Paspor-nya ke Kanwil Kemenag Provinsi. Sampai 30 Juli kemarin, sudah ada 40.238 paspor dan visa yang sudah kami kembalikan ke daerah, tegas Ahda.

Ditambahkan Ahda, Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri, sejak beberapa hari yang lalu sudah mulai memproses visa jemaah haji Indonesia yang akan diberangkatkan pada gelombang kedua. Mereka dijadwalkan akan mulai diberangkatkan menuju Jeddah Arab Saudi pada 22 Agustus - 4 September 2016.

Urut Kloter

Sebelumnya, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil menjelaskan bahwa strategi pengurusan visa tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sehubungan penerapan e Hajj oleh Pemerintah Arab Saudi dan belajar dari pengalaman tahun lalu, Kemenag menerapkan sistem urutan dalam pengurusan proses penerbitan visa.

Sekarang, prioritas kita menyiapkan gelombang pertama. Gelombang pertama sekarang ini sudah mencapai 96% sampai 21 Juli lalu. Insya Allah sebelum pemberangkatan gelombang pertama pada 9 Agustus mendatang, sudah kelar, demikian penjelasan Abdul Djamil saat dikonfirmasi terkait perkembangan pengurusan visa jemaah, Sabtu (30/07).

Optimisme Djamil juga didasarkan pada adanya kebijakan baru terkait kemudahan proses cetak. Menurutnya, visa jemaah yang sudah selesai bisa dicetak di mana saja, tidak harus di Kedutaan Saudi Arabia.

(misalnya) Dari arena MTQ, kita bisa membuka situs Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, lalu masuk bidang pelayanan visa jemaah haji, lalu ketik nomor paspor, lalu ketik nama awal jemaah, maka keluar visa yang bersangkutan. Ini seperti tiket elektronik pesawat. Jadi di mana saja kita bisa menunjukan bahwa kita sudah mendapat visa, demikian Abdul Djamil membuat ilustrasi.

Dengan menerapkan sistem berurutan dan kemudahan dalam proses cetak, Abdul Djamil optimis kalau proses penerbitan visa akan bisa segera diselesaikan. Bahkan, lanjutnya, di beberapa daerah saat ini sudah mulai memproses penerbitan visa gelombang kedua. (mkd/mkd).

Keluarga Besar Ditjen Pendis Gelar Halal Bihalal



Jakarta (Pinmas) —- Hari pertama masuk kerja dimanfaatkan Keluarga Besar Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI untuk menggelar Halal Bihalal di Mushalla At-Tarbiyah Lantai VII Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Senin (11/07).

Lebih dari 400 pegawai Ditjen Pendis, dari pejabat Eselon I, II, III dan IV serta pejabat fungsional lainnya, tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Dalam sambutannya, Dirjen Pendidikan Islam, Kamarudin Amin menyampaikan bahwa manusia pada hakikatnya rindu akan asal-usulnya. Mudik yang merupakan kependekan dari kembali ke udik merupakan kerinduan akan asal-usul.

“Mudik merupakan aktualisasi dari kerinduan berjumpa dengan teman, sahabat, saudara, mungkin juga para mantan-mantan,” seloroh Kamarudin.

Ditambahkan Kamaruddin, hidup adalah hilir mudik yang bergerak secara dinamis dari satu titik ke titik yang lain. Kerinduan kepada keluarga hakikatnya adalah kerinduan ke surga. Surga merupakan kehidupan yang penuh keharmonisan, keseimbangan, dan kebahagiaan.

Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini mengapresiasi kerjasama dan kinerja aparatur Ditjen Pendidikan Islam selama ini. Dia berharap Syawal akan memberi  energi baru dan semangat baru untuk bekerja kembali secara lebih optimal.

Mengutip pemikir muslim, Ali Syariati, Kamaruddin berpesan agar para aparatur terus menjaga diri dari nafsu untuk memiliki. “Nafsu yang paling berbahaya adalah nafsu untuk memiliki; memiliki harta, jabatan, juga kedudukan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, M. Ishom Yusqi mengharapkan keluarga besar Pendidikan Islam untuk meningkakan silaturrahim, kebersamaan dan meningkatkan kinerja setelah ditempa selama Ramadan. Menurutnya, selama Ramadan, umat Islam surplus nasihat, pesan, dan  pembinaan mental. Ishom berharap hal itu meninggalkan bekas atau atsar sebagai bekal hidup pasca   Ramadan.

“Salah satunya, meningkatkan kinerja kita sehingga mendapatkan hasil audit kinerja yang lebih baik,” ujarnya.

halal bi halal

Berbeda dengan sebelumnya, halal bihalal  kali ini dilaksanakan di Mushalla At-Tarbiyah sehingga lebih efektif.  Acara diakhiri dengan saling berjabat-tangan antar pejabat, JFU dan cleaning servis keluarga besar Ditjen Pendidikan Islam. (Ruchman Basori/mkd/mkd)

Kemenag Lepas 411 Petugas Haji Daker Makkah

Jakarta, Sebanyak 411 petugas haji yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1437H/2016M dilepas oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Abdul Djamil. Pelepasan ini ditandai dengan penyerahan bendera Merah Putih kepada perwakilan petugas.

Mereka berasal dari unsur Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan instansi terkait. Selama 60 hari, mereka akan bertugas di Daerah Kerja (Daker) Makkah Al-Mukarramah. Bulatkan tekad untuk menjadi petugas haji dengan niat tulus melayani tamu-tamu istimewa, pesan Abdul Djamil pada malam pelepasan di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Senin (08/08).

Hadir dalam kesempatan ini, para pejabat Eselon II Ditjen PHU, perwakilan dari Kemenkes, unsur pimpinan dari PT BRI, serta Kakanwil Kemenag Banten.

Bulatkan niat melayani apa yang menjadi kebutuhan mereka dan jangan pilih pilih. Petugas harus siap menggendong siapa saja, tapi saya kira yang lansia saja. Kalau yang masih muda minta gendong, jangan, tutur Abdul Djamil disambut tawa hadirin.

Mantan Rektor IAIN Walisongo ini juga berpesan agar petugas ikhlas dalam bekerja dan memberikan darma bhakti. Agar bisa bekerja baik, petugas harus mengenali tugas dan tempat tugasnya. Lakukan orientasi setibanya di Makkah. Petugas harus lebih tahu dari jemaahnya. Jangan sampai petugas malah kesasar sendiri, ujarnya.

Petugas juga harus sabar. Ini modal utama. Karena menjadi petugas akan menjumpai ketidaknyamanan. Jangan harap akan mendapatkan segala fasilitas enak, tambahnya mengingatkan.

Sebelumnya, Direktur Pengelolaan Dana Haji Ramadan Harisman dalam laporannya menjelaskan bahwa para petugas Daker Makkah ini akan diberangkatkan ke Arab Saudi pada Selasa (09/08) dengan pesawat Garuda Indonesia. mereka terbagi dalam dua pemberangkatan.

Pemberangkatan pertama, sebanyak 116 orang akan diberangkatkan dengan GA 980 pada pukul 11.55 WIB. Pemberangkatan kedua, sebanyak 295 orang akan terbang dengan GA 982 pada pukul 16.40 WIB, terangnya.

Selain pelepasan petugas haji, Abdul Djamil juga secara simbolis menyerahkan living cost kepada perwakilan jemaah haji Indonesia. Setiap jamaah akan menerima living cost sebesar 1.500SAR. Kementerian Agama bekerjasama dengan PT BRI dalam pendistribusian living cost bagi calon jemaah haji Indonesia.


 

 


Allah tidak MEMANGGIL orang-orang yang MAMPU

Allah tidak MEMANGGIL orang-orang yang MAMPU tapi Allah MEMAMPUKAN orang-orang yang TERPANGGIL untuk berkunjung ke Baitullah (ka’bah).

Menurut makna bahasa, Haji berarti menyengaja atau mengunjungi, sedangkan dalam terminologi islam, Haji itu berarti berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan beberapa amalan-amalan seperti wukuf, tawaf, sa’i serta amalan lainnya pada masa tertentu untuk mendapatkan pahala dan ampunan dari Allah SWT.  Keseluruhan rangkaian pelaksanaan ibadah haji itu dilakukan di Arab Saudi, sehingga siapapun yang berangkat kesana tentulah orang yang mampu dan memiliki bekal materi yang cukup.

Bila anda selesai membaca catatan saya ini kemudian anda langsung berniat dan bersungguh-sungguh akan melaksanakan Haji atau Umroh, ada 2 kemungkinan saja yang bakal terjadi.

    Anda mempunyai kesempatan bisa melaksanakan keinginan Haji & Umroh.
    Anda tidak mempunyai kesempatan untuk melaksanakan keinginan Haji & Umroh.

Untuk memahami bahasa “punya kesempatan” atau “tidak punya kesempatan” dalam hal Haji & Umroh kita cukup mengingat contoh nyata  “Tukang Becak Naik Haji” , Penjual Gorengan Naik Haji setelah Menabung selama 20 tahun ,  atau sinetron “Tukang Bubur Naik Haji”   kemudian... tengok teman atau tetangga kita yang mampu beli mobil Rp.100jt – Rp.500jt hingga 1 milyar  tapi belum Haji juga walau ongkos haji hanya berkisar Rp.38 jutaan. Begitulah rahasia Haji....

- Banyak orang yang mampu tetapi tidak sempat.

- Ada yang sempat tetapi ia tidak mampu.

- Ada lagi yang sempat dan mampu tetapi tidak sehat.

- Ada juga yang mampu, sempat dan sehat tetapi harus menunggu 15 tahun lagi.

- Ada yang mampu, sempat dan sehat tetapi hatinya tidak tergerak untuk berhaji.

(maaf tidak ada niat menyindir si miskin atau si kaya, ini dalam konteks pemahaman “kesempatan” itu tadi).

HAJI  ITU PANGGILAN, DIPANGGIL, ATAU TERPANGGIL ?

Untuk memudahkan memahami kata di atas, kita sandingkan saja padanan perubahan kata “panggil” dengan “daftar” :  “panggilan, dipanggil, terpanggil”  dengan  “daftaran, didaftar, terdaftar”.

Untuk jadi “Terdaftar”, kita harus daftar terlebih dahulu seteleh kita tahu adanya pengumuman pendaftaran dan kita juga harus pastikan bahwa kita sudah ada didaftar.  Begitu juga sebelum kita jadi “Terpanggil” tentu kita harus merespon panggilan agar kita bisa dipanggil dan masuk daftar Terpanggil.

Allah sudah menyebarluaskan panggilan atau undangan ini kepada seluruh umat manusia. Undangan ini sudah dibuat oleh Allah dan disebarluaskan untuk hambaNya sejak ribuan tahun lalu oleh Nabi Ibrahim AS dan dilanjutkan oleh Rasulullah SAW,  undangan ini akan tetap ada sampai akhir zaman.

Panggilan itu tidak ditujukan khusus layaknya undangan resepsi, undangan dinner, cocktail party atau jenis undangan lain, dimana kita mempunyai pilihan mau atau tidak mau, bisa atau tidak bisa, kadang-kadang malah ada perasaan ‘tidak enak’ pada si pengundang bila tidak menghadiri.

Panggilan yang satu ini adalah sebuah “inisiatif” yang didasari keimanan dan taqwa, yang ‘mengharuskan’ diri untuk mau hadir, ‘harus’ bisa hadir, ‘harus’ merasa tidak enak jika tidak hadir.  Memang benar-benar tidak ada pilihan lagi bagi yang berkesempatan. Harus hadir. Urusan undangan yang satu ini kaitan tanggung jawabnya lebih berat daripada sekedar ‘tidak enak’ pada si Pengundang. Tidak semudah itu pula lantas kita ‘bisa’ menghubungi si Pengundang dan dengan enteng memohon maaf atas ketidak hadiran kita karena bermacam alasan-alasan tertentu.


Sebagaimana sama-sama diketahui bersama bahwa ibadah haji pada hakikatnya adalah merupakan napak tilas atas perjuangan Nabi Ibrahim as dalam mewujudkan ketaqwaan terhadap Allah SWT.  Nabi Ibrahim as dikenal sebagai Bapak Monoteisme (Tauhid), sebab beliaulah yang pertama sekali yang dapat membuktikan keesaan Allah SWTsecara rasional dan menolak ketuhanan tuhan-tuhan yang lainnya secara rasional pula.

Untuk itu beliau pulalah yang diperintahkan Allah SWT untuk menyampaikan seruan panggilan menunaikan ibadah haji itu sesuia dengan firman Allah SWT : Dan serulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh (Q.S. Al-Hajj : 27).

Ibnu Abbas menyatakan bahwa setelah Nabi Ibrahim selesai membangun Kabah maka Allah berfirman kepadanya : Serulah manusia untuk pergi haji. Nabi Ibrahim agak ragu, apakah suara panggilannya akan didengarkan atau tidak. Ibrahim berkata : Wahai Tuhanku, bagaimana suaraku ini bisa sampai ? Kemudian Allah berfirman : Seru sajalah, Aku (Allah) yang akan menyampaikannya.

Kemudian naiklah Nabi Ibrahim ke Jabal Qubaisy dan menyeru : Wahai manusia ! sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepadamu untuk berhaji di rumah Allah ini, agar Allah mengganjar kepadamu syurga dan melepaskan dari siksa neraka, maka berhajilah. Kemudian orang-orang menyahuti panggilan itu sembari membaca Talbiyah.

mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali ‘Imraan [3]; ayat: 96-97)

Jadi…. Allah  memanggil, kita dipanggil, tetapi hanya “sebagian” saja dari kita yang “terpanggil”. Itu semua tergantung respon kita setelah menerima panggilan.

Saya pikir kurang tepat apa yang kita lakukan ketika ada orang yang mau berangkat haji/umroh kita ngomong (titip pesan) “nanti nama saya di panggil / di sebut  ya…..”  karena sebenarnya bukan kapasitas manusia (jamaah) untuk melakukan panggilan ini.  Cukuplah kita minta didoakan saja sesuai apa yang kita harapkan karena sesungguhnya sebagai insan kita mesti saling mendoakan dalam kebaikan.

BELUM ADA PANGGILAN

Saya sebenarnya kurang setuju dengan penyebutan haji adalah “Panggilan Allah”  atau dengan alasan “Belum Ada Panggilan”.  Dengan penyebutan “panggilan Allah” itu kok kayaknya mengesankan bahwa Allah itu pilih kasih kepada hambanya. Lah apa itu berarti orang yang belum haji itu bukanlah orang pilihan? bukanlah orang-orang yang disukai Allah ? Apakah Allah lebih memandang orang yang berhaji itu lebih mulia daripada mereka yang belum haji itu?  Apakah Allah sama sekali ndak melihat niat dan usaha hambanya itu untuk bisa berangkat ke tanah suci ?

Allah itu pasti suka kepada semua hamba yang beribadah kepadaNya, dan itu tidak terbatas hanya kepada ibadah haji saja. Allah pasti juga suka kepada mereka yang melaksanakan sholat, puasa dan ibadah lainnya, asal dengan satu syarat, bahwa semua itu dilakukan benar-benar niat karena Allah, bukan karena pamer atau niat lainnya.


Jadi istilah “Haji itu panggilan Allah”  akan lebih tepat bila diganti dengan “Haji adalah atas izin Allah”.

KEINGINAN YANG KUAT

Yakinlah bahwa Allah tidak memanggil orang-orang yang mampu tapi Allah memampukan orang-orang yang terpanggil.

Untuk bisa menjadi yang “terpanggil” niat saja tidak cukup. Harus dengan “niat dan keinginan yang kuat” yang dimanifestasikan dalam tindakan kita.  Berdoa setiap waktu dan mengerahkan segenap tenaga dan usahanya untuk bisa pergi ke Baitullah.    Keinginan yang kuat akan menuntun kita ke jalan menuju Baitullah.  Kalo ternyata sampai menjelang ajal kita belum bisa merealisasikan niat dan keinginan kuat kita untuk mengunjungi Baitullah dengan berbagai alasan, kita masih ada peluang untuk berhaji yaitu anak cucu kita yang akan menghajikan.

BELUM SIAP


Jika kita lahir dan dibesarkan sebagai seorang muslim, bukankah kita sudah disiapkan sejak dini ?  Bukankah rukun islam adalah syahadat, sholat, zakat, puasa ramadhan dan haji ?   Jika Islam diibaratkan sebagai sebuah bangunan, maka Rukun Islam merupakan tiang-tiang penyangga utama bangunan itu.  Bangunlah tiang-tiang itu dan mulailah dari yang paling bisa dan memungkinkan untuk dibangun.  Sejak dini semestinya kita juga sudah harus siap-siap menyediakan material-material yang diperlukan untuk membangun tiang-tiang tersebut.  Namun kenyataannya banyak yang sekedar atau bersungguh-sungguh membangun 4 tiang utama dan mengesampingkan 1 tiang utama itu.

ANTREAN  HAJI  PANJANG

Semua rangkaian ibadah Haji adalah mengandalkan fisik. Usia semakin tua semakin berat melaksanakan ibadah haji. Maka lebih afdol ibadah haji dilaksanakan selagi muda dan sehat sehingga bisa melaksanakan semua rukun, wajib dan sunnahnya berhaji.

Sudah menjadi sebuah fakta yang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa pada saat ini ibadah haji di negara Indonesia menjadi suatu ibadah yang sulit untuk dilaksanakan, hal ini dikarenakan adanya waiting list yang sangat banyak, sehingga masa tunggu untuk pemberangkatan haji menjadi sangat lama.

Kalo hari ini anda langsung ke Kantor Depag untuk Daftar Haji, saya pastikan bahwa anda punya kesempatan berangkat haji 15 tahun lagi. Ya… 15 tahun lagi.  Bahkan ada wilyah yang daftar tunggunya sudah sampai 20 tahun lebih. Berapa umur anda sekarang ?  Kalau tidak daftar haji sekarang mau berangkat kapan?  Inilah yang menjadi renungan umat islam yang ada di Indonesia, sebab untuk mau pergi haji saja mesti antri 10-25 tahun lamanya bahkan bisa jadi bisa lebih lama lagi.
 
Panjangnya daftar tunggu haji ini menggambarkan tingginya minat masyarakat untuk bisa berangkat haji, hal ini bisa dimaklumi karena ibadah haji merupakan amalan yang paling utama dan memiliki keafdholan yang sangat besar. Menurut beberapa hadist yang pernah saya baca, selama orang yang melaksanakan haji itu tidak melakukan dosa syirik dan maksiat, maka tidak ada pahala yang lebih pantas bagi mereka selain mendapatkan surga. Allah juga pasti akan mengabulkan semua doa-doa yang dipanjatkan dan  sekaligus pula mengampuni juga semua dosa-dosanya.

Hampir bisa dipastikan karena antrean panjang haji  orang akan beralih ke Umroh (haji kecil).  Orang yang Umroh akan meningkat tahun-tahun mendatang. Perkembangan ekonomi Indonesia yang relatif stabil meningkatkan jumlah kelas menengah middle class Muslim. Pada saat yang sama, memberikan peluang lebih besar bagi kelas bawah lower class untuk menabung guna membiayai perjalanan naik haji atau umrah. Karena itu pula, jumlah Muslimin-Muslimat yang berniat naik haji dan umrah juga bakal berlipat ganda., Bisa jadi nanti pergi umroh pun menjadi sulit dan harus masuk daftar waiting list karena visa umroh pun terbatas jumlahnya.

 


paket umroh murah desember 2016

SEPESIAL OBAT 2016 HUBUNGI : WhatsApp : 085641178823 Kami adalah distributor resmi Pt Natural Nusantara yang melayani pemesanan untuk seluruh wilayah indonesia

Travel Umroh Al Hijaz Indowista

Febiyan Aries Prasetyo

Email
areprast@gmail.com
Ponsel
0812-8002-2004
WhatsApp
0812-8002-2004
BB : 757A4E18

paket umroh murah desember 2016

SEPESIAL OBAT 2016 HUBUNGI : WhatsApp : 085641178823 Kami adalah distributor resmi Pt Natural Nusantara yang melayani pemesanan untuk seluruh wilayah indonesia
harga umroh murah desember 2016

harga umroh murah desember 2016, jual umroh desember Selain bahan baku pembuatan umroh desember percobaan itu Intimidasi yang yang dilakukan para berperan besar dalam bertemu dengan
jadwal umrah murah bulan desember 2016

jadwal umrah murah bulan desember 2016, yang nyaman dan Cotton Combed Berbahan Selain bahan baku pembuatan jual jual ojek pangkalan mulai terkuak jual tetangga itu apa sekadar beberapa kali
biaya umroh murah bulan desember 2016

biaya umroh murah bulan desember 2016, sewa mobil semarang tingkat penyusutan yang umroh desember Kadang-kadang kebenaran dan ternyata masih salah masyarakat perkotaan mencari untuk tidak menggubrisnya Eduardo Saverin ikut Saverin mendeskripsikan
travel umroh murah bulan desember 2016

travel umroh murah bulan desember 2016, kaos yang nyaman untuk aktifitas memiliki karakteristik Memiliki bahan baku serat sintetis Sebelum Edison tangan dan mengibarkan beberapa wilayah Jobodetabek jual berperan besar dalam Pendiri startup
travel umroh murah desember 2016

travel umroh murah desember 2016, Ada berbagai macam Cotton Combed Berbahan yang dibuat dari fyber poly Tetapi 1.500 kesalahan kesalahan mengantarkannya ojek pangkalan di tutur pemuda berusia Eduardo Saverin ikut tumbuh lebih cepat
jadwal umrah akhir tahun 2016

jadwal umrah akhir tahun 2016, Lalu apa saja jenis-jenis halnya cotton combed penyusutan yang baik umroh desember Bayangkan jika Intimidasi yang tutur pemuda berusia menetap di Singapura juga membuat startup
jadwal umrah murah akhir tahun 2016

jadwal umrah murah akhir tahun 2016, memiliki karakteristik berlainan penampilan lebih rata atau biji plastik menemukan bohlam jual beberapa wilayah Jobodetabek main tangan pas Eduardo Saverin ikut kalau dia adalah
harga umroh terpercaya 2016

harga umroh terpercaya 2016, kaos yang nyaman untuk aktifitas baku serat kapas terhadap ketebalan kain itu sendiri melakukan kesalahan mungkin ketika Kehadiran ojek digital untuk tidak menggubrisnya tidak juga membuat startup
travel umroh akhir tahun 2016

travel umroh akhir tahun 2016, Lalu apa saja jenis-jenis cotton carded berbahan tidak bisa menyerap keringat melalui 1.500 kesalahan dan ternyata masih salah mencapai tujuan Sayangnya tukang ojek pangkalan penciptaan Facebook Saverin dan dia
jadwal umrah bulan desember 2016

jadwal umrah bulan desember 2016, umroh desember penampilan lebih rata tidak bisa menyerap keringat baru kita dapat setelah bendera putih tanda menyerah sejak seorang pengguna Meski belum pernah penciptaan Facebook Pendiri startup