Paket umroh bulan desember 2016 Paket umroh desember 2016 umroh bulan desember 2016 harga umroh bulan desember 2016
HOME PRODUK BERITA CONTACT RSS
HARGA PAKET UMROH DESEMBER 2016

Paket Umroh Desember 2016 Travel Al Hijaz Indowisata

Tanggal Keberangkatan : 19, 26 November 2016

Tanggal Keberangkatan : 3, 10, 17, 24, 31 Desember 2016

 
#Biaya Paket Umroh Reguler :

Rp. 23.700.000 (quard)

Rp. 24.700.000 (triple)

Rp. 25.700.000 (duo)

Tanggal Keberangkatan : 3, 10, 17, 24, 31 Desember 2016

Hotel Madinah : Muhtara International/ setaraf *3

Hotel Mekkah : Firdaus Al Umroh/ setaraf *3

Maskapai : Garuda / Saudi Airline

 

#Biaya Paket Umroh Combine :

Rp. 27.300.000 (quard)

Rp. 28.600.000 (triple)

Rp. 29.900.000 (duo)

Hotel Madinah : Muhtara International/ setaraf *3

Hotel Mekkah : Pulman Zamzam/ setaraf *5

Maskapai : Garuda / Saudi Airline

 

#Biaya Paket Umroh VIP :

Rp. 28.800.000 (quard)

Rp. 30.300.000 (triple)

Rp. 31.800.000 (duo)

Hotel Madinah : Al Harom/ setaraf *5

Hotel Mekkah : Pulman Zamzam/ setaraf *5

Maskapai : Garuda / Saudi Airline

Biaya perlengkapan dan airport tax handling P. Jawa,Lampung : Rp 1.000.000

Biaya Pengiriman luar P. Jawa , Lampung, di tanggung jamaah

Info lebih lengkap Hubungi :

Septina Dwiyani

hp : 081316900423 (smpt), 081932630019 (xl)

wa : 082114202323

pin bb : 5876CDDF

email: umrohalhijaz@gmail.com  atau  septina1605@gmail.com

detail

paket umroh desember 2016

Paket Umroh bulan Desember 2016 / paket umroh desember 2016: WhatsApp : 081316900423 081932630019 Kami adalah Travel resmi umroh ber izin departemen agama

Berita & Artikel

Al Hussam, Penyedia Katering Sekitar 25.000 Jemaah Indonesia

Makkah (Pinmas) --- Namanya Al Hussam. Perusahaan ini merupakan salah satu dari dua puluh tiga penyedia katering yang telah dikontrak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Tidak tanggung-tanggung, Al Hussam dikontrak untuk menyediakan konsumsi sekitar 25.000 pax pada puncak kehadiran jemaah haji Indonesia di Makkah.

Media Center Haji (MCH) Kementerian Agama berkesempatan melihat dari dekat produksi makanan di dapur Al Hussam, Minggu (21/08). Lokasinya berada di pusat kota Makkah, berjarak sekitar 20 menit dari kantor Daerah Kerja Makkah di Syisyah.

Direktur Operasional Al Hussam adalah seorang WNI bernama Hendra Amier. Bersama rekannya, Hadi, sebagai admin kitchen, mereka menunjukkan produksi dapur Al Hussam dari mulai tempat bakery, penyimpanan bahan baku, proses pemotongan, pembersihan, masak sampai pengepakan dan distribusi ke truk pengangkut.

Awalnya, Hendra mengajak ke tempat produksi bakery dan kue-kue. Selanjutnya, tim diajak ke lokasi pencucian bahan baku, seperti sayuran dan pemotongan kentang. Alat yang digunakan semua serba otomatis.

Di tempat penyimpanan bahan baku, Hendra menunjukkan kotak-kotak penyimpanan daging ayam berpendingin, lalu tempat pemotongan yang ada di seberangnya. Lalu ada juga tempat penyimpanan daging sapi dan lokasi penggilingan di depannya. Terakhir adalah lokasi penyimpanan ikan dan pengolahannya.

Selanjutnya, Hendra mengajak ke ruang masak. Di sana, terdapat alat-alat masak canggih otomatis untuk memasak nasi dan tungku-tungku berukuran raksasa untuk memasak sayur dan makanan lainnya. Setelah makanan jadi, dibawa ke ruang khusus untuk ditiriskan, lalu dinaikkan ke atas ke bagian pengepakan.

Di bagian pengepakan, terdapat sejumlah pekerja wanita yang dengan telaten mengatur takaran porsi di semua kotak agar rata. Setelah itu, makanan dimasukkan ke dalam box penghangat untuk didistribusikan ke jemaah menggunakan truk.
Tahun lalu, PPIH memberikan penilaian terhadap perusahaan penyedia katering jemaah haji Indonesia, dan kita menjadi juara pertama. Managernya juga dapat juara satu, kata Hendra.

Meski demikian, Hendra mengaku kalau untuk mendapatkan kontrak penyedia katering pada tahun ini, pihaknya harus tetap mengikuti prosedur baku sesuai aturan dan kriteria yang telah ditetapkan. Bahkan tahun ini, persyaratan yang ditetapakan jauh lebih ketat. Pihak PPIH sampai memastikan siapa pemilik dapur agar tidak terjadi percaloan, terangnya.

Semua dilakukan sesuai standard, meski kita juara tahun lalu, tambahnya.

Tahun ini, Al Hussam mendapat jatah membagikan konsumsi untuk jemaah di 34 lokasi pemondokan. Ada 29 pemondokan di sektor enam dan lima pemondokan di sektor lima. Sejak dua hari lalu, proses distribusi makanan sudah berjalan, namun belum penuh karena jumlah jemaah yang datang masih belum genap seluruhnya.

Kita juga melayani jemaah dari Maroko, Pakistan dan negara-negara lainnya. Sehari rata-rata kapasitas produksi konsumsi kami mencapai 60 ribu pax, terang lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung ini.

Tak hanya beroperasi pada musim haji, Al Hussam juga berjalan pada musim umrah. Mereka melayani pemesanan jemaah negara tertentu sampai memasukkan katering untuk hotel.

Bagaimana dengan para karyawan? Kementerian Agama mewajibkan semua perusahaan katering menggunakan koki dari Indonesia agar menjaga cita rasa yang pas dengan lidah para jemaah. Di Al Hussam, menurut Hendra, ada 6 chef dari Indonesia. Semua adalah orang-orang yang dikenal baik oleh Hendra dan pernah bekerja sama di Indonesia. Ada juga pekerja Indonesia lain sebagai bagian dari tim pemasak. Hendra juga merekrut beberapa pekerja Indonesia di Saudi yang memiliki izin tinggal, namun tak punya pekerjaan untuk membantu di bagian distribusi. Total dijumlah ada lebih dari 100 WNI di Al Hussam.

Total kita ada 150 orang produksi. Di dalam ada 60 orang, di luar 50 orang. Sisanya driver, logistik. Mereka bekerja pada musim haji ini 12 jam, dua shift, terangnya.

Kita mesti berbangga menjadi pelayan dluyufur-Rahman. Mesti berbangga karena Allah memilih kita. Maka harus berikan yang terbaik, kisah Hendra kalau memotivasi karyawannya.

Sejak berdiri 30 tahun lalu, Al Hussam sebetulnya sudah melayani katering jemaah haji. Namun baru dua tahun ini ada sentuhan modern dengan sistem perencanaan lebih baik dan peralatan masak yang lebih modern. Mereka juga diawasi ketat oleh pemerintah Arab Saudi terkait sanitasi, kebersihan, dan masalah kualitas makanan.

Baladiyah sangat ketat dalam mengawasi setiap usaha yang berhubungan dengan makanan. Mereka secara reguler melakukan audit, tuturnya.

Ke depan, Al Hussam terus bertekad memperbaiki layanan katering pada jemaah haji Indonesia. Saat ini, dia merasa belum bisa memberikan yang terbaik untuk jemaah haji Indonesia, terutama soal rasa, karena bumbu yang masih kurang pas. Tahun lalu, rasanya kami baru memberikan makanan layak makan, bukan enak makan. Tahun ini berusaha agar bisa lebih mendekati rasa. Tahun depan, harapannya bisa kembali ke 90% rasa Indonesia, tuturnya mengevaluasi diri. (mch/mkd)

http://desember2016.4pilar.com/

Menag Lepas Kloter JKG 001 Di Embarkasi Pondok Gede

Jakarta, Musim haji 1437H/2016M memasuki fase pemberangkatan jamaah haji. Hal ini ditandai dengan pelepasan jemaah haji kloter pertama embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG 001) oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Seremonial pelepasan dilakukan di Gedung Serbaguna Utama Asrama Haji Pondok Gede Jakarta pada pukul 04.15 WIB. Hadir dalam kesempatan ini, Menteri Kesehatan, Menteri Perhubungan, Dirut Garuda Indonesia, Sekjen Kemenag, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, serta para pejabat eselon I dan II Kementerian Agama.

Sebanyak 393 jamaah asal Jakarta tampak bersiap memasuki aula sejak pukul 03.30 WIB. Sebelumnya, mereka melakukan pemeriksaan tas yang akan mereka bawa ke kabin pesawat dengan X Ray. Proses penimbangan koper jemaah haji sudah dilakukan sehari sebelumnya.

Pelepasan jemaah haji oleh Menag Lukman Hakim ditandai dengan penyerahan bendera Merah Putih kepada perwakilan petugas haji, yaitu Yudi Rusmanto dari TPHI. Hari ini, akan diterbangkan 11 kloter dari 9 embarkasi. Sebanyak 4.459 jamaah akan bertolak ke Tanah Suci, jelas Menag.

Sebelumnya, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil menegaskan bahwa jemaah haji Indonesia akan diberangkatkan melalui 13 embarkasi. Sembilan embarkasi, memberangkat jemaah kloter 01 pada tanggal 9 Agustus, yaitu Embarkasi Padang (PDG) jam 06.25 WIB, Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) jam 08.15 WIB, Embarkasi Batam (BTH) pada jam 09.30 WIB, Embarkasi Makasar (UPG) pada jam 09.40 WITA, Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) dan Surabaya (SUB) pada jam 10.30 WIB, Embarkasi Medan (KNO) jam 12.30 WIB, Embarkasi Solo (SOC) pada jam 16.40 WIB, dan Embarkasi Banjarmasin (BDJ) pada jam 23.30 WITA.

Tiga embarkasi lainnya, baru akan memberangkatkan jemaah haji pada tanggal 10 Agustus, yaitu Balikpapan (BPN), Palembang (PLM), dan Aceh (BTJ). Sedangkan Embarkasi Lombok (LOP), baru akan memberangkatkan jemaah haji gelombang dua pada 23 Agustus mendatang.
 
Untuk info keberangkatan umroh Desember 2016 silahkan klik di http://desember2016.4pilar.com/

Tips Umrah Pada Awal Kedatangan di Mekkah

Mekkah (Pinmas) --- Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat menjelaskan bahwa setibanya di Kota Makkah, jemaah diberi waktu untuk beristirahat sebelum berangkat ke Haram untuk umrah. Jeda waktu yang tersedia bisa dua sampai tiga jam.

Bus salawat sudah stand by untuk mengantarkan jemaah dari pemondokan menuju Masjidil haram. Pihak maktab juga menyiapkan pembimbingan ibadah yang akan membimbing jemaah dalam melaksanakan umrah, terang Arsyad.

Lantas, bagaimana tips agar tidak mudah tersesat? Arsyad menjelaskan bahwa ada beberapa tips yang perlu diperhatikan jemaah haji pada saat awal kedatangan atau masuk kota Makkah.

Pertama, perhatikan dan kenali nama hotel yang dihuni. PDG 01 misalnya, menempati rumah 101. Jangan lupa kalau diberi petugas berupa nomor maktab, nomor bus, atau gelang maktab, itu dipegang betul, pesan Arsyad.

Pada saat keluar, jangan sampai ditinggal. Di samping gelang, jemaah haji Indonesia juga dibekali identitas berupa kartu pengenal yang biasa disimpan di tas. Masukan juga di situ kartu maktab dan kartu bus, tambahnya.

Kartu identitas, lanjut Arsyad, menjadi salah satu pengaman saat kesasar atau kita tidak tahu jalan. Kartu identitas itu bisa ditunjukan kepada petugas sehingga memudahkannya untuk mengetahui arah pulang.

Kedua, saat akan berumrah, catat nomor ketua regu, ketua rombongan, dan ketua kloter. Hal itu dimaksudkan agar lebih mudah menghubungi seseorang saat dalam keadaan tersesat.

Ketiga, selalu bersama-sama dalam berihram. Menurut Arsyad, minimal bersama 1 regu atau 10 orang. Kalau bisa satu rombongan itu lebih baik. (mkd/mkd)

http://desember2016.4pilar.com/

Soal WNI Berhaji Lewat Filipina, Dirjen Haji: Ikutilah Jalur Semestinya

Jeddah (Pinmas) --- Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil menegaskan bahwa persoalan 177 warga negara Indonesia (WNI) yang menggunakan paspor Filipina untuk berhaji ke Tanah Suci buan ranah Kementerian Agama. Namun demikian, Abdul Djamil mengimbau masyarakat untuk mengikuti regulasi yang ada jika ingin beribadah haji.

"Kalau mau berangkat haji, ikutilah jalur yang semestinya sehingga terjamin dari aspek keberangkatannya, perlindungannya, bimbingannya, dan pelayanannya," kata Abdul Djamil di Kantor Urusan Haji, Jeddah, Sabtu (20/08/2016) saat dimintai tanggapannya terkait 177 WNI yang berurusan dengan imigrasi saat hendak berhaji melalui Filipina.

"Saya mengimbau supaya tidak menggunakan media seperti itu. Apalagi dia meminta visa di negara lain. Itukan konsekuensinya dia harus memiliki paspor dari negara yang bersangkutan," tambahnya.

Mantan Rektor IAIN Walisongo Semarang ini mengakui bahwa antrean berangkat haji saat ini cukup panjang. Bahkan di Sulawesi Selatan mencapai tiga puluh satu tahun, dan di Kalimantan Selatan mencapai dua puluh delapan tahun. Namun demikian, fenomena antrian berhaji tidak hanya terjadi di Indonesia. Bahkan di Negara tetangga antrean hajinya mencapai lima puluh tahun.

Antrian haji menurut Abdul Djamil tidak bisa dihindari karena terkait kapasitas Tanah Suci, Armina, dan Masjidil Haram yang terbatas. Kalaulah saat ini Majidil Haram diperluas, namun masalahnya adalah di Mina yang tidak diperluas karena batas-batasnya sudah ditentukan.

"Saya imbau kalau ingin berhaji silahkan daftar sedini mungkin. Sebab, hingga sekarang antara kuota dan peminat haji belum berimbang dan itu tidak hanya di negeri kita," tandasnya.

Sebanyak 177 WNI menggunakan paspor Filipina agar bisa berangkat haji. Kini mereka masih tertahan di Filipina dan akan segera dideportasi.

Dilaporkan media lokal Filipina, Manila Bulletin, Sabtu (20/8/2016), Komisioner Biro Imigrasi setempat, Jaime Morente mengatakan, mereka saat ini ditahan di pusat penahanan imigrasi di Camp Bagong Diwa, Taguig City, pinggiran Manila. Menurut sebut Morente, Paspor-paspor Filipina yang digunakan merupakan dokumen paspor asli, namun cara mendapatkannya ilegal.

Menurut informasi, para WNI membayar US$ 6 ribu - US$ 10 ribu (Rp 78 juta - Rp 131 juta) per orang untuk mendapatkan paspor Filipina. Diduga kuat, paspor Filipina itu disediakan oleh lima warga Filipina yang mendampingi mereka. Kelima warga Filipina itu diyakini sebagai sindikat pemalsu paspor dan telah ditahan oleh Biro Investigasi Nasional (NBI) untuk diselidiki lebih lanjut.

Imigrasi setempat berkoordinasi dengan Departemen Luar Negeri Filipina dan badan penegak hukum lainnya serta KBRI dalam rangka penyelidikan kasus penerbitan paspor Filipina untuk para WNI ini. (mkd/mkd)

http://desember2016.4pilar.com/

Bus Salawat Siap Antar Jemaah Umrah dan Shalat

Makkah (Pinmas) --- Kegiatan pertama calon jamaah haji saat mereka tiba di Kota Kelahiran Nabi adalah melaksanakan umrah wajib yang menjadi bagian dari rangkaian ibadah haji. Kepala Bidang Transportasi Subhan Cholid mengatakan bahwa bus salawat sudah siap mengantarkan jemaah haji dari pemondokan ke Masjidil Haram untuk melaksanakan umrah.

Sampai di sini, akan kita layani dengan bus salawat untuk yang pertama kali umrah (umrah wajib). Nanti kita akan siapkan bus salawatnya untuk mengantar mereka ke Masjidil Haram, jelas Subhan usai melakukan simulasi operasional bus Salawat di Terminal Syib Amir, Makkah, Minggu (14/08).

Kepada jemaah haji Indonesia yang akan datang dari madinah mulai Kamis (18/08), Subhan berpesan agar setibanya di hotel Makkah, tidak terburu-buru untuk langsung berangkat ke Masjidil Haram guna melaksanakan umrah. Apalagi jika kedatangannya bersamaan dengan jam waktu salat.

Kita sarankan mereka (ke Haram) setelah tenang, barangnya sudah kompiit di kamarnya masing-masing, dan secara fisik sudah fresh. Kita juga sarankan agar umrah tidak dilakukan menjelang masuknya waktu salat agar tidak berbenturan dengan orang yang mau berjamaah, terang Subhan.

Misal jika datangnya Magrib, maka nunggu dulu sampai jam 11 atau 12. Selain busnya sudah sepi, di haramnya juga sudah lumayan, meski tidak mungkin sepi banget, tambahnya.

Bus salawat adalah layanan bus yang disiapkan untuk mengantarkan jemaah haji untuk melaksanakan salat di Masjidil Haram. Jamak dari kata salat adalah salawat sehingga bus yang akan mengantarkan jemaah selama 24 jam itu disebut juga dengan bus salawat.

Ada 10 rute perjalanan bus salawat yang akan melayani jemaah haji Indonesia, yaitu: pertama, Aziziyah Janubiyah Mahbas Jin. Rute ini akan melayani 10.296 jemaah haji Indonesia yang tinggal di pemondokan nomor 307 sampai 315. Untuk mempermudah, para jemaah akan mendapatkan stiker berwarna biru langit sesuai dengan warna stiker yang ditempel di bus salawat. Jumlah bus yang beroperasi pada fase puncak adalah 24 unit.

Kedua, Aziziah Syimalia 1 Mahbas Jin. Jalur ini akan melayani 14.706 jemaah yang tinggal di pemondokan nomor 401 406 serta 409 dan 410. Warna stiker: kuning. Ada 37 bus pada fase puncak.

Ketiga, Aziziah Syimalia 2 Mahbas Jin. Rute ini akan melayani jemaah yang tinggal di pemondokan nomor 407 dan 408. Warna stiker: merah. Ada 5 bus pada fase puncak.

Keempat, Mahbas Jin Bab Ali. Jalur ini akan melayani 42.773 jemaah haji yang tinggal di pemondokan nomor 101 109, 201 207, 301 306, serta 503 dan 504. Warna stiker: putih. Jumlah bus yang berperasi pada fase puncak adalah 58 unit.

Kelima, Syisyah Raudhah Syib Amir. Melayani 10.288 jemaah yang tinggal di pemondokan nomor 501, 502, serta 713 716. Warna stiker: ungu. Ada 26 bus yang beroperasi pada fase puncak.

Keenam, Syisyah 1 Syib Amir. Melayani 11.217 jemaah haji Indonesia yang tinggal di pemondokan nomor 505 510, serta 601 605. Warna stiker: hijau. Ada 28 bus yang beroperasi pada fase puncak.

Ketujuh, Syisyah 2 Syib Amir. Melayani 15.768 jemaah yang tinggal di pemondokan 606 629. Warna stiker: abu-abu. Ada 38 bus yang beroperasi pada fase puncak.

Kedelapan, Raudhah Syib Amir. Rute ini akan melayani 12.658 jemaah haji Indonesia yang tinggal di pemondokan 701 710. Warna stiker: pink tua. Ada 28 bus yang beroperasi pada fase puncak.

Kesembilan, Biban/Jarwal Rea Bakhs/Jiad. Rute ini melayani 8.280 jemaah haji Indonesia yang tinggal di pemondokan nomor 801, 804, dan 805. Warna stiker: hitam. Ada 18 bus yang beroperasi pada fase puncak.

Kesepuluh, MisfalahNakkasah Rea Bakhas/Jiad. Akan melayani 14.512 jemaah haji Indonesia yang tinggal di pemondokan nomor 904 913. Warna stiker: coklat. Ada 38 bus yang beroperasi pada fase puncak. (mkd/mkd)

http://desember2016.4pilar.com/



 

 


Allah tidak MEMANGGIL orang-orang yang MAMPU

Allah tidak MEMANGGIL orang-orang yang MAMPU tapi Allah MEMAMPUKAN orang-orang yang TERPANGGIL untuk berkunjung ke Baitullah (ka’bah).

Menurut makna bahasa, Haji berarti menyengaja atau mengunjungi, sedangkan dalam terminologi islam, Haji itu berarti berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan beberapa amalan-amalan seperti wukuf, tawaf, sa’i serta amalan lainnya pada masa tertentu untuk mendapatkan pahala dan ampunan dari Allah SWT.  Keseluruhan rangkaian pelaksanaan ibadah haji itu dilakukan di Arab Saudi, sehingga siapapun yang berangkat kesana tentulah orang yang mampu dan memiliki bekal materi yang cukup.

Bila anda selesai membaca catatan saya ini kemudian anda langsung berniat dan bersungguh-sungguh akan melaksanakan Haji atau Umroh, ada 2 kemungkinan saja yang bakal terjadi.

    Anda mempunyai kesempatan bisa melaksanakan keinginan Haji & Umroh.
    Anda tidak mempunyai kesempatan untuk melaksanakan keinginan Haji & Umroh.

Untuk memahami bahasa “punya kesempatan” atau “tidak punya kesempatan” dalam hal Haji & Umroh kita cukup mengingat contoh nyata  “Tukang Becak Naik Haji” , Penjual Gorengan Naik Haji setelah Menabung selama 20 tahun ,  atau sinetron “Tukang Bubur Naik Haji”   kemudian... tengok teman atau tetangga kita yang mampu beli mobil Rp.100jt – Rp.500jt hingga 1 milyar  tapi belum Haji juga walau ongkos haji hanya berkisar Rp.38 jutaan. Begitulah rahasia Haji....

- Banyak orang yang mampu tetapi tidak sempat.

- Ada yang sempat tetapi ia tidak mampu.

- Ada lagi yang sempat dan mampu tetapi tidak sehat.

- Ada juga yang mampu, sempat dan sehat tetapi harus menunggu 15 tahun lagi.

- Ada yang mampu, sempat dan sehat tetapi hatinya tidak tergerak untuk berhaji.

(maaf tidak ada niat menyindir si miskin atau si kaya, ini dalam konteks pemahaman “kesempatan” itu tadi).

HAJI  ITU PANGGILAN, DIPANGGIL, ATAU TERPANGGIL ?

Untuk memudahkan memahami kata di atas, kita sandingkan saja padanan perubahan kata “panggil” dengan “daftar” :  “panggilan, dipanggil, terpanggil”  dengan  “daftaran, didaftar, terdaftar”.

Untuk jadi “Terdaftar”, kita harus daftar terlebih dahulu seteleh kita tahu adanya pengumuman pendaftaran dan kita juga harus pastikan bahwa kita sudah ada didaftar.  Begitu juga sebelum kita jadi “Terpanggil” tentu kita harus merespon panggilan agar kita bisa dipanggil dan masuk daftar Terpanggil.

Allah sudah menyebarluaskan panggilan atau undangan ini kepada seluruh umat manusia. Undangan ini sudah dibuat oleh Allah dan disebarluaskan untuk hambaNya sejak ribuan tahun lalu oleh Nabi Ibrahim AS dan dilanjutkan oleh Rasulullah SAW,  undangan ini akan tetap ada sampai akhir zaman.

Panggilan itu tidak ditujukan khusus layaknya undangan resepsi, undangan dinner, cocktail party atau jenis undangan lain, dimana kita mempunyai pilihan mau atau tidak mau, bisa atau tidak bisa, kadang-kadang malah ada perasaan ‘tidak enak’ pada si pengundang bila tidak menghadiri.

Panggilan yang satu ini adalah sebuah “inisiatif” yang didasari keimanan dan taqwa, yang ‘mengharuskan’ diri untuk mau hadir, ‘harus’ bisa hadir, ‘harus’ merasa tidak enak jika tidak hadir.  Memang benar-benar tidak ada pilihan lagi bagi yang berkesempatan. Harus hadir. Urusan undangan yang satu ini kaitan tanggung jawabnya lebih berat daripada sekedar ‘tidak enak’ pada si Pengundang. Tidak semudah itu pula lantas kita ‘bisa’ menghubungi si Pengundang dan dengan enteng memohon maaf atas ketidak hadiran kita karena bermacam alasan-alasan tertentu.


Sebagaimana sama-sama diketahui bersama bahwa ibadah haji pada hakikatnya adalah merupakan napak tilas atas perjuangan Nabi Ibrahim as dalam mewujudkan ketaqwaan terhadap Allah SWT.  Nabi Ibrahim as dikenal sebagai Bapak Monoteisme (Tauhid), sebab beliaulah yang pertama sekali yang dapat membuktikan keesaan Allah SWTsecara rasional dan menolak ketuhanan tuhan-tuhan yang lainnya secara rasional pula.

Untuk itu beliau pulalah yang diperintahkan Allah SWT untuk menyampaikan seruan panggilan menunaikan ibadah haji itu sesuia dengan firman Allah SWT : Dan serulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh (Q.S. Al-Hajj : 27).

Ibnu Abbas menyatakan bahwa setelah Nabi Ibrahim selesai membangun Kabah maka Allah berfirman kepadanya : Serulah manusia untuk pergi haji. Nabi Ibrahim agak ragu, apakah suara panggilannya akan didengarkan atau tidak. Ibrahim berkata : Wahai Tuhanku, bagaimana suaraku ini bisa sampai ? Kemudian Allah berfirman : Seru sajalah, Aku (Allah) yang akan menyampaikannya.

Kemudian naiklah Nabi Ibrahim ke Jabal Qubaisy dan menyeru : Wahai manusia ! sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepadamu untuk berhaji di rumah Allah ini, agar Allah mengganjar kepadamu syurga dan melepaskan dari siksa neraka, maka berhajilah. Kemudian orang-orang menyahuti panggilan itu sembari membaca Talbiyah.

mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali ‘Imraan [3]; ayat: 96-97)

Jadi…. Allah  memanggil, kita dipanggil, tetapi hanya “sebagian” saja dari kita yang “terpanggil”. Itu semua tergantung respon kita setelah menerima panggilan.

Saya pikir kurang tepat apa yang kita lakukan ketika ada orang yang mau berangkat haji/umroh kita ngomong (titip pesan) “nanti nama saya di panggil / di sebut  ya…..”  karena sebenarnya bukan kapasitas manusia (jamaah) untuk melakukan panggilan ini.  Cukuplah kita minta didoakan saja sesuai apa yang kita harapkan karena sesungguhnya sebagai insan kita mesti saling mendoakan dalam kebaikan.

BELUM ADA PANGGILAN

Saya sebenarnya kurang setuju dengan penyebutan haji adalah “Panggilan Allah”  atau dengan alasan “Belum Ada Panggilan”.  Dengan penyebutan “panggilan Allah” itu kok kayaknya mengesankan bahwa Allah itu pilih kasih kepada hambanya. Lah apa itu berarti orang yang belum haji itu bukanlah orang pilihan? bukanlah orang-orang yang disukai Allah ? Apakah Allah lebih memandang orang yang berhaji itu lebih mulia daripada mereka yang belum haji itu?  Apakah Allah sama sekali ndak melihat niat dan usaha hambanya itu untuk bisa berangkat ke tanah suci ?

Allah itu pasti suka kepada semua hamba yang beribadah kepadaNya, dan itu tidak terbatas hanya kepada ibadah haji saja. Allah pasti juga suka kepada mereka yang melaksanakan sholat, puasa dan ibadah lainnya, asal dengan satu syarat, bahwa semua itu dilakukan benar-benar niat karena Allah, bukan karena pamer atau niat lainnya.


Jadi istilah “Haji itu panggilan Allah”  akan lebih tepat bila diganti dengan “Haji adalah atas izin Allah”.

KEINGINAN YANG KUAT

Yakinlah bahwa Allah tidak memanggil orang-orang yang mampu tapi Allah memampukan orang-orang yang terpanggil.

Untuk bisa menjadi yang “terpanggil” niat saja tidak cukup. Harus dengan “niat dan keinginan yang kuat” yang dimanifestasikan dalam tindakan kita.  Berdoa setiap waktu dan mengerahkan segenap tenaga dan usahanya untuk bisa pergi ke Baitullah.    Keinginan yang kuat akan menuntun kita ke jalan menuju Baitullah.  Kalo ternyata sampai menjelang ajal kita belum bisa merealisasikan niat dan keinginan kuat kita untuk mengunjungi Baitullah dengan berbagai alasan, kita masih ada peluang untuk berhaji yaitu anak cucu kita yang akan menghajikan.

BELUM SIAP


Jika kita lahir dan dibesarkan sebagai seorang muslim, bukankah kita sudah disiapkan sejak dini ?  Bukankah rukun islam adalah syahadat, sholat, zakat, puasa ramadhan dan haji ?   Jika Islam diibaratkan sebagai sebuah bangunan, maka Rukun Islam merupakan tiang-tiang penyangga utama bangunan itu.  Bangunlah tiang-tiang itu dan mulailah dari yang paling bisa dan memungkinkan untuk dibangun.  Sejak dini semestinya kita juga sudah harus siap-siap menyediakan material-material yang diperlukan untuk membangun tiang-tiang tersebut.  Namun kenyataannya banyak yang sekedar atau bersungguh-sungguh membangun 4 tiang utama dan mengesampingkan 1 tiang utama itu.

ANTREAN  HAJI  PANJANG

Semua rangkaian ibadah Haji adalah mengandalkan fisik. Usia semakin tua semakin berat melaksanakan ibadah haji. Maka lebih afdol ibadah haji dilaksanakan selagi muda dan sehat sehingga bisa melaksanakan semua rukun, wajib dan sunnahnya berhaji.

Sudah menjadi sebuah fakta yang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa pada saat ini ibadah haji di negara Indonesia menjadi suatu ibadah yang sulit untuk dilaksanakan, hal ini dikarenakan adanya waiting list yang sangat banyak, sehingga masa tunggu untuk pemberangkatan haji menjadi sangat lama.

Kalo hari ini anda langsung ke Kantor Depag untuk Daftar Haji, saya pastikan bahwa anda punya kesempatan berangkat haji 15 tahun lagi. Ya… 15 tahun lagi.  Bahkan ada wilyah yang daftar tunggunya sudah sampai 20 tahun lebih. Berapa umur anda sekarang ?  Kalau tidak daftar haji sekarang mau berangkat kapan?  Inilah yang menjadi renungan umat islam yang ada di Indonesia, sebab untuk mau pergi haji saja mesti antri 10-25 tahun lamanya bahkan bisa jadi bisa lebih lama lagi.
 
Panjangnya daftar tunggu haji ini menggambarkan tingginya minat masyarakat untuk bisa berangkat haji, hal ini bisa dimaklumi karena ibadah haji merupakan amalan yang paling utama dan memiliki keafdholan yang sangat besar. Menurut beberapa hadist yang pernah saya baca, selama orang yang melaksanakan haji itu tidak melakukan dosa syirik dan maksiat, maka tidak ada pahala yang lebih pantas bagi mereka selain mendapatkan surga. Allah juga pasti akan mengabulkan semua doa-doa yang dipanjatkan dan  sekaligus pula mengampuni juga semua dosa-dosanya.

Hampir bisa dipastikan karena antrean panjang haji  orang akan beralih ke Umroh (haji kecil).  Orang yang Umroh akan meningkat tahun-tahun mendatang. Perkembangan ekonomi Indonesia yang relatif stabil meningkatkan jumlah kelas menengah middle class Muslim. Pada saat yang sama, memberikan peluang lebih besar bagi kelas bawah lower class untuk menabung guna membiayai perjalanan naik haji atau umrah. Karena itu pula, jumlah Muslimin-Muslimat yang berniat naik haji dan umrah juga bakal berlipat ganda., Bisa jadi nanti pergi umroh pun menjadi sulit dan harus masuk daftar waiting list karena visa umroh pun terbatas jumlahnya.

 


paket umroh desember 2016

SEPESIAL OBAT 2016 HUBUNGI : WhatsApp : 085641178823 Kami adalah distributor resmi Pt Natural Nusantara yang melayani pemesanan untuk seluruh wilayah indonesia

Travel Umroh Al Hijaz Indowista

Febiyan Aries Prasetyo

Email
areprast@gmail.com
Ponsel
0812-8002-2004
WhatsApp
0812-8002-2004
BB : 757A4E18

paket umroh desember 2016

SEPESIAL OBAT 2016 HUBUNGI : WhatsApp : 085641178823 Kami adalah distributor resmi Pt Natural Nusantara yang melayani pemesanan untuk seluruh wilayah indonesia
travel umrah murah bulan desember 2016

travel umrah murah bulan desember 2016, kaos yang nyaman untuk aktifitas cotton carded berbahan terhadap ketebalan kain itu sendiri melalui 1.500 kesalahan bendera putih tanda menyerah ojek pangkalan di mengalami ancaman penciptaan Facebook Pendiri startu
promo umrah bulan desember 2016

promo umrah bulan desember 2016, memiliki karakteristik berlainan hasil rajutan dan tidak bisa menyerap keringat nggak terlalu banyak untuk percobaan itu ojek pangkalan mulai terkuak Meski diusir Eko memilih foya-foya dengan uangnya yang menerima
harga umroh murah bulan desember 2016

harga umroh murah bulan desember 2016, travelling Setiap jenis bahan tentunya tingkat penyusutan yang dengan karakteristik khas baru kita dapat setelah Tetapi Edison nggak masyarakat perkotaan mencari yang dilakukan para yang melimpah Tentu saja bertemu d
promo umrah murah bulan desember 2016

promo umrah murah bulan desember 2016, bahan kaos umroh desember kain juga dibedakan bedasarkan umroh desember mungkin ketika kehadiran mereka mendapat mengalami ancaman Saverin yang kekayaan Saverin dan dia
harga umrah terpercaya 2016

harga umrah terpercaya 2016, yang nyaman dan memiliki karakteristik yaitu panas jika dipakai percobaan dan semuanya gagal tangan dan mengibarkan masyarakat perkotaan mencari menentang tindakan intimidasi Ia sudah cukup lama yang menerima
paket umroh murah bulan desember 2016

paket umroh murah bulan desember 2016, jual tingkat penyusutan yang ketebalan benangnya yang berpengaruh Tanya aja Thomas Alfa Edison percobaan itu Intimidasi yang Meski diusir Eko memilih tetangga itu apa sekadar Saverin mendeskripsikan
biaya umrah murah akhir tahun 2016

biaya umrah murah akhir tahun 2016, umroh desember memiliki karakteristik yaitu terhadap ketebalan kain itu sendiri Kadang-kadang kebenaran menemukan bahan ketiga sejak seorang pengguna Yang penting tidak tidak juga membuat startup
paket umrah akhir tahun 2016

paket umrah akhir tahun 2016, travelling Setiap jenis bahan tentunya Cotton Combed Berbahan Selain bahan baku pembuatan baru kita dapat setelah tangan dan mengibarkan keras dari tukang yang dilakukan para setelah sebelumnya tinggal bertemu dengan
paket umrah murah terpercaya 2016

paket umrah murah terpercaya 2016, Ada berbagai macam umroh desember panas jika dipakai Tetapi 1.500 kesalahan percobaan itu sejak seorang pengguna tukang ojek pangkalan berperan besar dalam Saverin dan dia
harga umroh terpercaya 2016

harga umroh terpercaya 2016, kaos yang nyaman untuk aktifitas baku serat kapas terhadap ketebalan kain itu sendiri melakukan kesalahan mungkin ketika Kehadiran ojek digital untuk tidak menggubrisnya tidak juga membuat startup